Kam. Feb 5th, 2026
Bisnis Kerak Telor, Kuliner Betawi yang Punya Potensi Besar

Kerak telor merupakan salah satu bisnis kuliner khas Betawi yang sudah ada sejak era kolonial Belanda. Makanan ini awalnya di kenal sebagai hidangan rakyat, yang kemudian populer di kalangan bangsawan karena cita rasanya yang unik. Perpaduan beras ketan, telur, ebi, dan serundeng kelapa sangrai menjadikan kerak telor berbeda dari jajanan lain.

Hingga kini, kerak telor masih menjadi ikon kuliner Jakarta, terutama dalam acara-acara besar seperti Pekan Raya Jakarta. Kehadirannya bukan hanya sebagai makanan, melainkan juga simbol budaya Betawi yang patut di lestarikan.

Meski sempat meredup karena kalah saing dengan makanan modern, kini kerak telor kembali bangkit dengan konsep usaha yang lebih kreatif. Beberapa pelaku bisnis bahkan memadukan penyajiannya dengan gaya kekinian layaknya pancake, sehingga menarik minat generasi muda.

Resep Kerak Telor Tradisional Gurih

Resep Kerak Telor Tradisional Gurih

Resep kerak telor pada dasarnya sederhana, namun menghasilkan cita rasa yang kaya. Berikut bahan utama kerak telor:

  • 100 gram beras ketan, direndam minimal 2 jam
  • 2 butir telur ayam atau 1 butir telur bebek
  • 2 sendok makan ebi, disangrai dan dihaluskan
  • 3 sendok makan serundeng kelapa
  • 1 sendok makan bawang merah goreng
  • Bumbu halus: 2 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, 2 buah cabai merah, ½ sendok teh merica, ½ ruas jahe, dan garam secukupnya

Cara membuat kerak telor:

  1. Panaskan wajan tanah liat di atas bara arang.
  2. Masukkan beras ketan yang sudah direndam, biarkan setengah matang.
  3. Kocok telur dengan bumbu halus, lalu tuang ke atas beras ketan.
  4. Taburkan ebi dan bawang goreng, ratakan hingga meresap.
  5. Balik wajan agar kerak telor matang merata dan bagian bawah menjadi kering.
  6. Taburi serundeng kelapa sangrai, lalu sajikan hangat.

Resep tradisional ini terus diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, beberapa pedagang kini mencoba memberikan variasi, seperti tambahan keju atau sosis agar lebih menarik.

Baca Juga:  Bisnis Mie Lidi yang Selalu Bikin Penasaran

Modal Usaha Jualan Kerak Telor

Modal Usaha Jualan Kerak Telor

Bagi pelaku usaha kuliner, modal jualan kerak telor relatif terjangkau. Dengan perlengkapan dasar seperti wajan tanah liat, tungku arang, serta peralatan sederhana, usaha ini bisa di mulai dengan modal kecil.

Pedagang kaki lima biasanya bisa memulai usaha kerak telor dengan modal sekitar 3–5 juta rupiah. Jumlah ini sudah mencakup peralatan, gerobak sederhana, serta stok bahan awal.

Selain itu, konsep usaha kerak telor bisa di kembangkan ke skala lebih besar, seperti membuka gerai modern di pusat perbelanjaan. Strategi ini memberi peluang lebih luas untuk menjangkau konsumen dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan.

Tips Memilih Bahan untuk Kerak Telor

Kualitas kerak telor sangat ditentukan oleh bahan yang digunakan. Untuk menghasilkan rasa yang gurih dan otentik, beras ketan harus di pilih yang berkualitas baik, tidak terlalu lembek namun tetap pulen setelah di masak.

Ebi atau udang kering juga memegang peran penting. Ebi yang segar dan tidak berbau akan memberikan aroma sedap pada kerak telor. Sementara itu, serundeng kelapa harus digoreng dengan sabar hingga kecokelatan agar menambah cita rasa khas.

Selain itu, pemilihan bumbu seperti cabai, merica, dan jahe harus segar agar rasa pedas dan hangat lebih terasa. Perpaduan bahan berkualitas akan membuat kerak telor lebih di gemari konsumen, bahkan bisa menjadi nilai jual utama dalam promosi bisnis.

Harga Jual Kerak Telor di Pasaran

Harga jual kerak telor di pasaran bervariasi, tergantung lokasi dan ukuran porsi. Di kawasan wisata atau acara besar, kerak telor biasanya di jual dengan harga Rp20.000–Rp30.000 per porsi. Sementara di lingkungan permukiman, harganya bisa lebih murah, sekitar Rp12.000–Rp15.000.

Baca Juga:  Ikan Asam Pedas Rumahan,yang Bikin Kangen Masakan Ibu

Perbedaan harga ini wajar karena mempertimbangkan biaya operasional dan target pasar. Pedagang yang menjual di pusat keramaian tentu memiliki biaya sewa dan transportasi lebih tinggi. Namun, tingginya jumlah pengunjung bisa menutup perbedaan harga tersebut.

Strategi penentuan harga yang tepat sangat penting agar usaha tetap berjalan lancar. Selain menyesuaikan pasar, pengusaha juga bisa menawarkan paket hemat atau promosi khusus. Cara ini terbukti efektif meningkatkan minat pembeli, apalagi jika di padukan dengan kuliner lain seperti pecel lele.

Penutup

Bisnis kerak telor menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih mampu bersaing dengan makanan modern. Dengan resep yang khas, modal yang terjangkau, serta strategi pemasaran yang tepat, kerak telor bisa terus eksis di tengah tren kuliner kekinian.

Selain bernilai ekonomis, usaha ini juga berperan dalam melestarikan budaya Betawi. Tidak hanya warga lokal, wisatawan pun semakin penasaran untuk mencicipinya. Hal ini tentu menjadi peluang besar bagi para pelaku UMKM untuk berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Pagi - 06:31