Dalam proses mempelajari bahasa Belanda, pasti kamu sering menjumpai kata-kata bermakna ganda. Salah satu kata kerja tersebut yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari adalah “Laten”. Kata kerja ini dikenal sebagai kata kerja serbaguna, karena maknanya dapat berubah tergantung pada konteks kalimat yang kamu gunakan.
Secara harfiah, banyak pembelajar mengenal “Laten” sebagai padanan kata “membiarkan” atau “To let”. Namun, kegunaanya jauh lebih luas lagi, karena bisa berarti menyuruh, mengizinkan, hingga digunakan dalam berbagai ekspresi tetap. Penutur asli Belanda menggunakan kata ini untuk menghaluskan perintah atau menyatakan bahwa sesuatu sedang di lakukan pihak ketiga.
Penasaran akan fungsi “Laten” lebih lanjut? Yuk, baca sampai habis artikel ini! 😀
Memberikan Izin dan Membiarkan Sesuatu

Fungsi pertama dan paling dasar dari kata kerja “Laten” adalah untuk menyatakan izin atau membiarkan sesuatu terjadi. Di konteks ini, laten bertindak sebagai kata kerja bantu yang memberi nuansa bahwa subjek memberikan kebebasan kepada pihak lain. Untuk strukturnya sendiri sangat sederhana, yakni subjek diikuti konjungsi laten, lalu objek, dan diakhiri kata kerja utama dalam bentuk dasar.
Yuk, perhatikan contoh kalimat ini, “Ik laat de kinderen buiten spelen” (Aku membiarkan anak-anak bermain di luar rumah). Di sini, pembicara memberikan izin penuh terhadap aktivitas tersebut agar dapat berlangsung aman dan nyaman.
Contoh lain, ketika kamu meminta seseorang untuk minggir di tempat yang ramai, “Laat me erlangs, alstublieft” (Biarkan saya lewat).
Menyuruh Orang Lain Melakukan Sesuatu Secara Tak Langsung

Selain memiliki makna membiarkan, laten juga berfungsi sebagai kata kausatif yang artinya menyuruh atau membuat sesuatu yang orang lain lakukan. Fungsi ini sangat sering orang gunakan di dunia bisnis atau layanan jasa di mana kita meminta bantuan untuk mengerjakan tugas. Alih-alih menyebutkan siapa yang mengerjakan, kita berfokus pada tindakan yang sedang diinstruksikan tersebut melalui kata laten.
Sebagai contoh, saat kamu ingin mengatakan bahwa kamu sedang memotong rambut di salon langgananmu. “Ik laat mijn haar knippen” (Aku menyuruh rambutku dipotong) atau (aku memotongkan rambutku). Di sini, subjek “aku” tidak memotong rambut sendiri, melainkan tukang cukurnya yang memotong.
Contoh lain, “Hij laat zijn auto repareren” (Dia menyuruh mobilnya diperbaiki) oleh pihak bengkel tersebut.
Ini menunjukkan bahwa kamu adalah pihak yang menginisiasi sebuah pekerjaan tanpa melakukan pekerjaan tersebut.
Penggunaan Laten dalam Saran
Kita sudah sampai di fungsi terakhir, yakni penggunaan laten dalam bentuk ajakan atau saran yang melibatkan diri sendiri dan orang lain. Ini mirip dengan penggunaan “Let’s” dalam bahasa Inggris. Kamu cukup menggunakan bentuk perintah laten we di ikuti oleh aktivitas yang ingin kamu lakukan untuk mengajak lawan bicaramu.
Contoh sederhananya, “Laten we nu gaan eten” (Yuk, kita pergi maka sekarang). Selain itu, terdapat idiom yang menggunakan kata laten untuk memberikan suasana dalam pembicaraan. Seperti “laat maar” (lupakan saja) yang berarti seseorang tidak ingin memperpanjang sebuah masalah kecil. Adapula “Ik laat het je weten” (Aku akan beri tahu kamu nanti).
Kesimpulan
Intinya, laten merupakan kata kerja yang fungsional untuk menyatakan izin, perintah tak langsung, hingga ajakan. Aturan tata bahasanya juga cukup sederhana, yakni menempatkan kata kerja kedua di posisi akhir. Selain itu, idiom seperti laat maar atau laten we bakal bikin kamu terdengar lebih natural.
Semoga artikel ini membantu, ya! 😀
